0

“Tidak Selalu Manis”

Teringat sepenggal percakapan dalam film Man In Black III antara agen K dengan agen J, agen K bertanya kepada agen J “Tahu kah kamu kekuatan apa yang paling berbahaya di dunia dan dapat menghancurkan alam semesta?” tanpa berpikir panjang agen J menjawabnya dengan balik bertanya “Gula?” .

Kalau kita pikir lebih dalam, mengapa Will Smith dalam film tersebut menduga bahwa jawaban untuk pertanyaan sesuatu yang paling berbahaya di dunia ini adalah gula? Kenapa tidak menjawab racun, spora anthrax atau radiasi nuklir ? konyol, bukan? mungkin dia hanya berkelakar sesuai dengan karakternya di film itu atau ada alasan lain?

Hampir semua orang di dunia ini mengetahui bahwa racun, spora anthrax atau radiasi nuklir itu berbahaya. Mereka akan sangat waspada dan melakukan segala hal untuk mencegah diri dan keluarganya terpapar oleh sesuatu yang dianggapnya berbahaya.

Bagaimana halnya dengan gula ? apa yang orang kebanyakan tahu tengang gula ? gula itu sesuatu yang rasanya manis itu mungkin jawaban terbanyak, apa rasanya jika anda meminum kopi atau teh dipagi hari tanpa gula?. Tak bisa dibayangkan apa jadinya jika dodol garut tanpa gula? lantas apa jadinya jika kue tar, soda, punch dan puding yang dihadirkan saat anda berulang tahun tanpa gula? apa rasanyanya jika pancake, wafel, gellato atau banana split disajikan untuk dessert tanpa ada komponen gula? karena walau bagaimanapun pemanis buatan berbeda rasanya.

Manusia sangat tinggi ketergantungannya terhadap gula. Hampir setiap hari tidak pernah terlepas dari gula. Dibalik ketergantungan manusia tersebut, tanpa disadari gula dapat membunuh secara perlahan. Memang benar bahwa manusia tidak akan mati jika mengkonsumsi gula sebanyak-banyaknya dalam satu hari. Lalu apa persoalannya ?

Justru karena gula manis, kita membutuhkannya dan tidak menyebabkan kematian dalam waktu singkat, membuat kita kurang waspada terhadapnya, membuat kita menyepelekannya, itu sebabnya sangat berbahaya.

Nancy Appleton PhD & G.N. Jacobs menulis sebuah buku yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa berjudul “SUICIDE BY SUGAR”. Dalam bukunya Appleton menjelaskan 143 alasan mengapa gula dapat merusak kesehatan manusia, ini dia 20 diantaranya :
1. Gula dapat menekan sistem kekebalan
2. Gula dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubun
3. Gula dapat meningakatkan kadar glukosa dan mengganggu respons insulin
4. Gula dapat menyebabkan hiperaktif pada anak dan menurunkan tingkat konsentrasi anak
5. Gula dapat memicu peningkatan trigliserida
6. Gula dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi bakteri
7. Gula dapat meningkatkan high-density lipoproteins (HDL).
8. Gula dapat meningaktkan resiko kangker ovarium
9. Gula dapat mengganggu kemampuan penyerapan kalsium dan magnesium
10. Gula dapat menyebabkan premature aging
11. Gula dapat mempercepat kerusakan gigi
12. Gula dapat menyebabkan arthritis
13. Gula dapat menurunkan kemampuan belajar anak
14. Gula dapat menyebabkan heart disease
15. Gula dapat meningkatkan cholesterol
16. Gula dapat memperparah diabetes
17. Gula dapat menyebabkan kerusakan pankreas
18. Gula dapat menyebabkan sakit kepala dan migrain
19. Gula dapat menyebabkan toxemia saat kehamilan
20. Gula dapat menyebabkan penyakit cardiovascular

Terdengat sangat berlebihan yah… anyway, terlepas itu benar atau tidak, tidak ada salahnya kan jika kita lebih waspada? bukan berarti tidak mengkonsumsi gula sama sekali, but ladies let’s reduce our sugar consumtion as much as possible, at least it will avoid us from getting obesity and premature aging .

O, ya, di keluarga saya 5 orang menderita Diabetes Melitus, 4 orang diantaranya telah dipanggil Allah SWT. Ibu, ayah, kakak perempuan dan kakak ipar saya. Saya mengikuti perjalanan bagaimana diabetes membuat orang-orang yang saya cintai keluar masuk rumah sakit, bagaimana diabetes membuat kita harus selalu kuat dan siap membawa mereka segera ke UGD entah karena kadar glukosa yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, bagaimana diabetes menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di kepala, bagaimana diabetes membuat seseorang harus menggunakan kursi roda, bagaimana diabetes merusak syaraf dan ingatan.
Memang benar kita tidak dapat menghindar jika sudah menjadi takdir Illahi, namun kita sebagai manusia wajib berusaha bukan?.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan, kelapangan hati dan kebahagian, Aamiin ya Rabb.