Image
0

“ESCAPE FROM ROUTINE” episode Pangalengan

zbawa ikan

Hari sabtu kemarin saya melarikan diri dari rutinitas untuk bermalam di sebuah hotel kecil yang cukup nyaman dengan harga yang cukup murah pula Rp. 225.000,- /malam untuk kamar standard, sudah termasuk sarapan pagi alakadarnya yaitu segelas teh hangat dan sepiring nasi goreng plus telor mata sapi. Namanya Hotel Puri, ruangan kamarnya tidak terlalu besar, tidak ada pendingin ruangan karena memang suhu udara di daerah tersebut  tidak memerlukan AC dan yang terpenting kamar mandinya cukup bersih, juga terdapat air panas, that’s all I need.

ujung sana

Daerah yang saya kunjungi yaitu  berada sekitar 45 KM sebelah selatan Kota Bandung,  pelarian saya kali ini selain untuk menikmati suasana baru, mengambil gambar dan juga mengunjungi seorang teman untuk belajar beberapa teknik pengobatan pada hewan besar, ia adalah salah satu dokter hewan perempuan yang mendedikasikan waktu, tenaga dan pengetahuannya untuk membantu peternak sapi perah di wilayah Pangalengan.

Pekerjaannya mungkin jauh dari kemewahan, hingar bingar ataupun penghasilan tinggi dan jenjang karier yang menjanjikan, namun itulah dia, sangat mencintai pekerjaanya, senyuman dan kebahagian yang terpancar dari wajah peternak ketika sapi yang menjadi sumber penghasilan keluarganya bisa sembuh dari penyakitnya menjadi bayaran yang tak ternilai oleh rupiah.

zgalau

Disela-sela kegiatan kami, memenuhi panggilan beberapa peternak yang bermasalah dengan ternaknya, saya mengambil beberapa photo, diantaranya di daerah Situ Cileunca, Perkebunan Malabar PTPN VIII dan Unit Geothermal, coba lihat photo-photonya, bagus-bagus bukan ?

rumah tua

Menurut sejarah Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan. Dalam pembangunannya Situ Cileunca dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 7 tahun ( 1919 – 1926 ) dengan membendung aliran sungai kali Cileunca, sehingga terbuatlah sebuah situ yang akhirnya menjadi sebuah bendungan yang sekarang diberi nama Dam Pulo. Uniknya dalam pembangunan Situ Cileunca ini berdasarkan cerita para orang tua dahulu situ ini dibangun oleh banyak orang tetapi tidak menggunakan cangkul tetapi mengunakan halu. Pembangunan Situ Cileunca ini dikomandoi oleh dua orang pintar yakni juragan Arya dan Mahesti.senja

Pada zaman Kolonial Belanda Situ Cileunca digunakan sebagai salah satu sumber listrik bagi kota Bandung, selain itu juga debit airnya juga digunakan sebagai cadangan sumber air bersih bagi kota Bandung dikala itu dengan kapasitas air 9.89 juta M3.

kutambatkan

Photo-photo ini diambil tanpa menggunakan teknik-teknik photografi tertentu, karena hobi saya mengambil gambar tidak didukung oleh pengetahuan yang seharusnya, hanya sekedar keinginan hati membagi keindahan yang tertangkap oleh sepasang mata ini.

menanti

Yang dibawah ini, adalah Sari dokter sapi perah dengan suaminya Agus  dokter for chicken yang mau saja diarahkan gaya untuk diambil photo oleh dokter sapi potong yang berlaga bak photografer profesional.pwedNah, yang ini saya dan Sari di depan Geothermal Facility sebelum pamitan pulang, biasa… belum pas rasanya kalau saya-nya ga muncul .. heuheu..

is

Sources :

http://www.bandungkab.go.id/arsip/2265/situ-cileunca

http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/878

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s