“Pinisi, Kapal Layar Yang Perkasa”

Ketika tengah menanti pesawat di Bandara International Sultan Hasanudin, Makasar, Baso Wahyudin menghampiri saya “Mba ini, kelihatannya suka sejarah, sini mba saya ceritain sesuatu” katanya seraya mengajak saya melihat lebih dekat sebuah replika kapal yang terpajang di ruangan itu.

“Nah ini adalah kapal layar pinisi namanya mba, pernah dengar?” Sembari menunjuk kapal itu, sebuah replika kapal layar yang cantik berwarna putih dengan layar berwarna biru.

“Hehe.. Nggak tuh Om Acok” jawab saya tersipu. “Kapal layar pinisi adalah kapal layar yang berasal dari Sulawesi Selatan, sangat terkenal di seluruh dunia lho mba” tambahnya.

Mulailah Acok alias Baso Wahyudin menjelaskan dengan aksen Makasarnya yang kental, sementara saya mencatat poin-poin pentingnya di note bb saya.

Kapal layar pinisi pertama kali dibuat pada abad ke-14, oleh seorang putra mahkota Kerajaaan Luwu yang bernama Sawerigading, kapal ini kemudian dipakai untuk berlayar ke Negri Tiongkok olehnya.

Kapal layar pinisi memiliki dua tiang utama, mengandung philosofi bahwa dalam hidup selalu ada 2 pilihan yang masing-masing memiliki konsekuensi.

Keseluruhan memiliki 7 layar, yang mengandung arti mampu melewati 7 samudra. Sementara diujung depan terdapat 3 layar yang melambangkan hati, lisan dan pernikahan. Artinya seorang laki-laki bugis makasar ketika berada dimanapun selalu gunakan hati, diplomasi dan nikahi gadis setempat.
Itu sebabnya Saweri Gading menikahi We Cudai, putri dari Kerajaan Tiongkok mungkin ya.

Kapal pinisi seperti ini pula yang digunakan berlayar oleh Syeh Yusuf dari Makasar ke Australia, Banten dan Afrika Selatan.

Berapa lama kira-kira ya lama perjalanannya … Sementara pada tahun 1986 sebuah kapal yang diberi nama Phinisi Nusantara berlayar dari Indonesia mengarungi Samudra Pasifik ke Vancouper Kanada membutuhkan waktu lebih dari 2 bulan.

“Hmmm.. Luar biasa ya Om Acok, padahal hanya kapal layar sederhana, tapi mampu berlayar sejauh itu yaaa…. Makasih lho sudah diceritakan” ujar saya menutup cerita pinisi-nya Baso Wahyudin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s