“Minggu Lalu”

Hari minggu lalu, saya dan kedua keponkan pergi ke bioskop untuk menonton sebuah film karya anak bangsa yang bisa dibilang merupakan salah satu box office. Meskipun malu mengakuinya, namun apa hendak dikata, sedari dulu memang saya sangat selektif dalam memilih film dari negeri saya sendiri, entah mengapa, yang pasti saya yakin bukan karena minimnya rasa nasionalisme dalam diri saya, mungkin hanya karena masalah selera saja.

Dengan kata lain, kali ini saya nonton film ini benar-benar hanya karena mengantar keponakan semata. Lalu apa yang terjadi, filmnya hanya dapat bertahan menarik perhatian saya tak lebih dari 30 menit pertama, selanjutnya…  saya mulai mencuri-curi pencat-pencet Blackberry saya pertanda bosan mulai melanda. Kursi duduk mulai berasa panas, berubah-ubah posisi berusaha mencari  nyaman sembari dalam hati “ihh.. lama betul nih film, kapan udahannya ya”.

Pikiran dan hati saya pun pada akhirnya benar-benar keluar dari film itu, meskipun mata saya masih tertuju pada layar besar di depan saya namun apa yang ada dalam kepala saya bukanlah alur cerita film tersebut melainkan tentang tersadarnya saya akan sesuatu hal, yaitu betapa besarnya pengorbanan siapapun itu yang pergi menonton bioskop untuk sebuah film yang tidak disukainya hanya semata karena menemani orang-orang yang dicintainya, beneran deh…. karena itu tidak sebentar dan tidak bisa melakukan aktifitas lain untuk membunuh waktu seperti baca buku, browshing, twitting atau ganti chanel 😀  .

Jadi teringat seseorang yang pernah saya paksa untuk nemenin nonton Twilight Saga.. hehehe.. hampura…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s