“Manajemen Resiko”

collision-2-cartoon-cars-hitting-each-otherPada hari minggu kemarin, dalam kodisi macet berat karena banjir dan hujan sangat deras, mobil saya menabrak sebuah mobil di depan saya. Mobil saya hanya mengalami kerusakan pada bemper depan, sedangkan mobil yang saya tabrak rusak lumayan parah karena tertabrak dari belakang dan kemudian menabrak mobil lain di depannya.

Ketika dihadapkan kepada hal-hal seperti inilah kita akan merasakan betapa pentingnya arti sebuah polis asuransi. Kehidupan ini sangat penuh dengan resiko, banyak hal dapat kita lakukan berkaitan dengan manajemen resiko, kita dapat menghilangkannya, menguranginya, mengabaikannya atau memindahkan resiko tersebut. Tergantung dari jenis resiko apa yang kita hadapi, menghilangkan mungkin menjadi pilihan yang paling baik jika bisa tentunya, namun sayangnya  tidak semua resiko hidup dapat kita hilangkan, terutama jika resiko tersebut berkaitan dengan sesuatu diluar diri dan kendali diri kita sendiri. Asuransi merupakan salah satu cara dalam manajemen resiko, dalam hal ini dengan memindahkan resiko yang mungkin kita hadapi kepada perusahaan asuransi.

Bisa dibayangkan berapa banyak biaya yang harus saya keluarkan jika saya tidak memiliki polis asuransi untuk kendaraan saya. Hanya dengan waktu klaim tidak lebih dari 15 menit mobil saya maupun yang tertabrak dapat masuk ke bengkel untuk mendapatkan perbaikan.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Badan yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”, dan badan yang menerima risiko disebut “penanggung”. Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh “tertanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Ini biasanya ditentukan oleh “penanggung” untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.

Bermacama-macam aset milik kita yang mempunyai nilai ekonomi dapat diasuransikan, yang perlu diperhatikan adalah asuransikanlah pertama kali sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan resiko paling tinggi, karena pada dasarnya asuransi mengganti kerugian yang sifatnya ekonomi, sementara aspek lain yang sifatnya emotional tentu tidak ada satu pun perusahan asuransi di dunia ini yang dapat meng-cover-nya. Kemudian yang tidak kalah penting adalah kecermatan dalam memilih perusahaan asuransi yang akan kita percaya untuk memindahkan resiko yang kita miliki. Selanjutnya fahami pula kondisi, persyaratan dan poin-poin apa saja yang dapat kita klaim didalam kontrak polis asuransi. Jangan sampai kelak dikemudian hari kita meng-klaim sesuatu yang tidak tercantum didalam polis, jumlah premi yang kita bayarkan sangat berkaitan erat dengan hal tersebut.

Jadi teringat waktu saya belajar singkat di Jepang, salah satu programnya adalah sejenis magang di sebuah perusahaan asuransi untuk hewan, namanya NOSAI, tentu saja sebagai dokter hewan, saya tidak ditempatkan dibagian adminstrasinya, melainkan di sebuah klinik milik dari NOSAI.

Di depan klinik ini berjejer mobil dengan jenis dan warna yang sama. Setiap pagi dokter hewan datang, melakukan absensi seperti biasa halnya orang bekerja, kemudian mereka mengunjungi bagian data untuk meminta daftar peternak mana saja yang harus dia kunjungi hari itu. Bagian data bertugas menerima laporan dari peternak, mengkompulir dan memisahkannya, sehingga setiap pagi setiap dokter hewan tersebut menerima list nama peternak, alamat dan keluhannya.

Satu orang dokter hewan, satu unit mobil, sebelum berangkat dokter hewan membaca list peternak yang harus ia datangi dan keluhannya, hal ini dimaksudkan untuk menentukan urutan urgensi yang harus ia kunjungi terlebih dahulu dan untuk memeriksa ketersediaan peralatan dan obat-obatan di dalam mobilnya yang mungkin ia butuhkan berkaitan dengan keluhan. Jika ada yang dirasa kurang, ia akan memasukan form permintaan obat atau alat ke bagian gudang persediaan dan tidak lama kemudian petugas persediaan akan memberikannya sesuai yang diminta.

Saya duduk didepan bersama seorang dokter hewan muda dan cantik bernama Kawasaki, “Seperti merk motor saja” dalam hati saya. Matanya kecil dan pipinya merah, sangat ramah dan mudah tersenyum, sayangnya ia sama sekali tidak berbahasa inggris dan saya tidak berbahasa Jepang, alhasil kita berdua bungkam selama perjalanan.

Ketika sampai di kandang, ia tidak mencari pemiliknya, ia mengambil buku rekording yang selalu ada di dekat pintu, kemudian melihat riwayat pengobatan ternak yang ada di list yang ia bawa, langsung memeriksanya dan memberikan treatment yang dibutuhkan, setelah itu selain ia pun mencatat tindakan yang ia lakukan di list yang ia bawa, ia juga mencatatanya di buku rekording peternak dan menyimpan kembali buku tersebut di dekat pintu, sehingga dokter hewan manapun yang nanti datang kemudian hari dapat membacanya di rekording tersebut.

Saya hanya mengamati dan menerka-nerka, diagnosa ataupun pengobatan yang ia lakukan, bagaimana tidak, semua tulisan yang ia tulis adalah kanji, begitu pula dengan tulisan yang ada dalam botol obat-obatan yang ia injeksikan. Di akhir biasanya dia membuka kamus elektriknya kemudian mengetik diagnosa jepangnya, lalu memperlihatkan bahasa inggrisnya kepada saya. Hal ini terjadi karena semua nama penyakit dan semua struktur anatomi hewan sampai yang sekecil-kecilnya mereka memiliki nama sendiri dalam bahasa jepang, tidak memakai bahasa latin atau inggris.

Setelah semua selesai, kami mampir di Lawson, untuk saya membeli makan siang, sementara Kawasaki sendiri membawa bekal dari rumah tentunya. Setelah istirahat makan siang, dokter hewan tersebut membuat laporan kegiatannya untuk hari itu dan kemudian berdiskusi dengan dokter hewan yang lain tentang kasus-kasus yang mereka hadapi dilapangan di hari itu. Menyenangkan, bukan? Semuanya sangat teratur dan fokus, setiap orang melaksanakan tugasnya sesuai kapasitas, tidak ada dokter hewan yang mengurus proyek, pengadaan, pengecoran jalan, rehab kantor dan sebagainya. Jika suatu pekerjaan dilakukan oleh akhlinya maka hasilnya akan jauh lebih baik.

MoneyCow-215x111Satu hal yang sangat penting, ternak adalah aset berharga bagi seorang peternak, peternak akan berurai air mata ketika ternaknya tidak dapat diselamatkan, sesuatu yang sangat tidak ingin kita lihat, apalagi bagi seorang dokter hewan. Dengan adanya asuransi untuk ternak, akan mendorong dokter hewan untuk lebih fokus pada treatment terbaik tanpa harus memikirkan apakah obat atau tindakan yang ia lakukan akan terlalu mahal untuk peternak atau tidak,  peternak tidak harus memikirkan berapa yang harus ia bayar untuk mengganti obat dan jasa dokter hewan, bahkan jika dokter hewan memutuskan bahwa ternaknya harus “ditidurkan” karena penyakitnya menular atau tidak dapat disembuhkan maka peternakpun akan tetap dapat tidur nyenyak di malam hari karena perusahaan asuransi akan mengganti semua kerugiannya.

Semoga tidak lama lagi di negara kita tercinta ini, dapat segera memiliki sistem seperti itu, bahkan lebih baik lagi jika mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin, InsyaAllah.

Seperti dilansir Tribun.Com, 30 September 2012, “Mulyadi, Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Kementan menuturkan, Kementan akan melanjutkan uji coba penerapan asuransi pertanian tahun 2013. “Program asuransi diperluas untuk ternak sapi,” ujarnya kepada Kontan akhir pekan ini. Mulyadi melanjutkan, Kementan mulai menerapkan program asuransi bagi ternak sapi pada akhir tahun 2013 mendatang. “Asuransi ternak difokuskan bagi petani yang ambil Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS),” ujarnya. Menurut Mulyadi, premi asuransi ternak sapi adalah sebesar 1,5% dari nilai pembelian ternak sapi. Untuk pembayaran premi dilakukan oleh Bank pelaksana program KUPS. Untuk Bank pelaksana KUPS itu adalah: BRI, BNI, Bank Bukopin, Bank Jatim, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Nagari, dan Bank Bali. Mulyadi menuturkan, untuk lokasi penerapan asuransi ternak sapi masih dalam tahap pembicaraan dengan Bank pelaksana KUPS. Namun, selama ini daerah yang menjadi realisasi program KUPS adalah Jawa Timur, NTB, Yogyakarta, dan Jawa Tengah”.

 

 

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi

http://www.tribunnews.com/2012/09/30/ternak-sebentar-lagi-bisa-diasuransikan

http://www.google.co.id/imgres?hl=en&sa=X&tbo=d&biw=1366&bih=604&tbm=isch&tbnid=Buj9xGi-XZvPCM:&imgrefurl=http://www.articlesbase.com/insurance-articles/uninsured-motorist-coverage-a-closer-look-1094919.html&docid=Aklrr-o_BX-HpM&imgurl=http://atlantaplanningguys.com/wp-content/uploads/2009/08/collision-2-cartoon-cars-hitting-each-other.jpg&w=602&h=397&ei=tpzbUPL5H4K8rAesv4GQBA&zoom=1&iact=hc&vpx=192&vpy=187&dur=1933&hovh=182&hovw=277&tx=168&ty=103&sig=106299272275716521618&page=1&tbnh=138&tbnw=210&start=0&ndsp=20&ved=1t:429,r:8,s:0,i:109

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s