” Tiga Katagori Teman “

Meski telah berhijab hampir 3 minggu, namun hari itu adalah hari pertamanya muncul di “depan publik”, karena pada hari itu Marlina ditugaskan atasannya untuk mewakilinya dalam sebuah meeting.

Pengalaman hari itu sungguh luar biasa bagi Marlina, dari semua respon teman dan kenalannya, secara garis besar dapat ia katagorikan menjadi 3 katagori.

Katagori yang pertama adalah teman dan kenalannya yang berucap hamdallah seraya memeluk penuh haru serta pancaran mata yang menggambarkan kebahagiaan dan ikut merasakan betapa merasa beruntungnya Marlina karena masih diberikan kesempatan untuk menunaikan salah satu kewajiban bagi seorang muslimah sebelum jatah hidupnya berakhir. Hmmm.. Sangat mendukung dan mendorong untuk lebih dekat dan mencintai Sang Maha Kuasa.

Katagori yang kedua adalah teman dan kenalan yang biasa saja, dengan kata lain seolah “It’s not a big deal, memang sudah seharusnya begitu”. Hmmm.. Cool ! , membuat Marlina nyaman, serasa tidak ada yg berubah, mereka peduli what’s inside her, not how she looks.

Katagori yang ketiga adalah teman dan kenalan yang paling keren, pada katagori ini ada yang bilang “ihh.. Kamu cantikan ga pake kerudung!”, atau “Selamat yaaa bu haji, O ya, sebenernya kamu sih lebih lucu ga pake jilbab lho” dan ada lagi yang memandang dengan tatapan seperti kecewa sembari bilang “kamu koq berubah”. Hhmm.. untuk katagori ini Marlina hanya membalasnya dengan senyuman, sampai pada satu orang Marlina keceplosan menjawab dengan suara rendah “Biar ga lucu lagi juga, asal lucu dihadapan Allah” sampai salah satu temannya bilang “kayanya Marlin salah minum obat ya?” …”Ya ampuun Ninuuu, seburuk itukah aku dimata temen-temen selama ini?” seru Marlin kepada sahabatnya Ninu.

Katagori ketiga tersebut sempat membuat Marlina merasa tidak nyaman, “Ninu sholat yu” ajak Marlina. Sehabis wudhu Marlina membetulkan kerudung birunya di depan cermin, dan tiba-tiba sirnalah rasa tidak nyaman yang sempat bergelayut, karena ia melihat dirinya sendiri ternyata lebih cantik dengan berkerudung, “Marlina seperti inilah seharusnya dari dulu” gumamnya dalam hati, hijab adalah bukti dari ketaatan kepada Rabb, dan hijab dimaksudkan untuk menyembunyikan keindahan bukan untuk yang lain. Marlina kemudian meninggalkan cermin persegi empat itu dan melangkah dengan senyum penuh kebahagiaan.

****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s