“Kisah Menarik tentang Evaluasi Diri”

Hanya ingin berbagi sebuah cerita menarik dari sebuah buku karangan Parlindungan Marpaung seorang motivator  kelahiran Jambi yang berjudul ”Life is Choice”. Cerita ini  memberi saya banyak inspirasi, semoga juga buat anda, ini dia ceritanya :

Seorang anak datang ke sebuah apotek untuk membeli obat buat orang tuanya. Setelah transaksi, ia minta izin meminjam telepon untuk menelepon seseorang.

“Halo, selamat pagi, dengan Dokter Binsar?” seru si anak membuka pembicaraan di telepon.

“Dokter Binsar, perkenalkan saya Sueb, saya berusia 12 tahun, saya ingin bertanya, apakah saat ini dokter sedang membutuhkan seorang pesuruh dan pemotong rumput atau untuk mengerjakan apa saja di rumah dokter? Saya bersedia bekerja di rumah dokter dengan bayaran berapa saja karena ingin meringankan beban hidup orang tua saya”, lanjut si anak di telepon tersebut.

Dengan muka terkejut, si anak menjawab lagi pertanyaan dari seberang sana “Oh, jadi dokter sudah punya anak yang bekerja di rumah dokter?”

“ Apa dokter puas dengan pekerjaan dia?”

“Hah, dia nantinya akan dijadikan anak angkat? Tentu senang sekali dia ya dok. Terima kasih dokter, selamat pagi”, seru si anak sambil menutup teleponnya.

Ketika pamit meninggalkan apotek, sang pemilik apotek memanggilnya dan mengatakan, “Nak, kalau engkau sedang membutuhkan pekerjaan, bagaimana kalau kau bekerja di tempat ini saja, di sini banyak pekerjaan dengan gaji yang cukup”, ungkap sang pemilik apotek yang sejak tadi rupanya terus mendengarkan pembicaraan si anak dengan Dokter Binsar.

“Oh, terima kasih, bu. Saya saat  ini sedang tidak membutuhkan pekerjaan”, sahut si anak enteng.

“Lho, tapi…bukankah tada saya dengar kau sedang mencari pekerjaan?” sahut si pemilik apotek kaget.

Anak itupun kembali berkomentar, “Bu, saya anak yang bekerja di rumah Dokter Binsar itu. Saya sedang mengecek bagaimana pandangan dokter tersebut terhadap saya selama ini. Syukurlah, semua berjalan lancar dan dokter pun senang dengan cara saya bekerja, bahkan ibu dengar sendiri, mungkin saya akan dijadikan sebagai anak angkatnya”.

****

Itulah kisahnya, Unbelievable indeed! So, what about us? Are we always ready to hear and accept what other people really think about us and our work? Of course, it is sometime painful to hear the truth. My self get a little bit upset as well when people criticized me and what I do, but in fact, we need it, in order to keep our-self on the right track and to let our-self grow to do something better then we have ever done before. Let’s be brave and listen 🙂

Cheers,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s