0

“Somebody”

Whenever you are sad, feel down or lonely,  just remember that Right Now :

-somebody is very proud of you.
-somebody is thinking of you.
-somebody is caring about you.
-somebody misses you.
-somebody wants to talk to you.
-somebody wants to be with you.
-somebody hopes you aren’t in trouble.
-somebody is thankful for the support you have provided.
-somebody wants to hold your hand.
-somebody hopes everything turns out all right.
-somebody wants you to be happy.
-somebody wants you to find her.
-somebody is celebrating your successes.
-somebody wants to give you a gift.
-somebody thinks that you ARE a gift.
-somebody hopes you’re not too cold, or too hot
-somebody wants to hug you.
-somebody loves you.
-somebody admires your strength.
-somebody is thinking of you and smiling.
-somebody wants to be your shoulder to cry on.
-somebody wants to go out with you and have a lot of fun.
-somebody thinks the world of you.
-somebody wants to protect you.
-somebody would do anything for you.
-somebody wants to be forgiven.
-somebody is grateful for your forgiveness.
-somebody wants to laugh with you.
-somebody remembers you and wishes that you were there.
-somebody is praising God for you.
-somebody needs to know that your love is unconditional.
-somebody values your advice.
-somebody wants to tell you how much they care.
-somebody wants to share their dreams with you.
-somebody wants to hold you in their arms.
-somebody wants YOU to hold them in your arms.
-somebody treasures your spirit.
-somebody wishes they could STOP time because of you.
-somebody praises God for your friendship and love.
-somebody can’t wait to see you.
-somebody loves you for who you are.
-somebody loves the way you make them feel.
-somebody wants to be with you.
-somebody wants you to know they are there for you.
-somebody’s glad that you’re her friend.
-somebody wants to be your friend.
-somebody stayed up all night thinking about you.
-somebody is alive because of you.
-somebody is wishing that you noticed her.
-somebody wants to get to know you better.
-somebody wants to be near you.
-somebody misses your advice/guidance.
-somebody has faith in you.
-somebody trusts you.
-somebody needs your support.
-somebody needs you to have faith in them.
-somebody will cry when they read this.
-somebody needs you to let them be your friend.
-somebody hears a song that reminds them of you

By NN

0

“The Power of Mind”

Wanda adalah seorang karyawati sebuah perusahaan swasta, pendidikannya S2, penampilannya menarik, energik dan selalu ceria. Teman-teman sekantornya sangat menyukai Wanda, ruangan kantor akan terasa sepi dan kaku manakala Wanda tidak masuk kantor, baik karena tugas luar ataupun karena Wanda sakit. Wanda sangat pandai menghidupkan suasana, she always be the bridge, selalu menjadi jembatan antara atasan dengan bawahan, antara si pendiam dengan si bawel ataupun antara si lambat dengan si cekatan.

Namun, dibalik semua itu tahukah anda bahwa Wanda menyembunyikan sesuatu dalam dirinya? hampir tidak ada orang yang tahu kalau sebenarnya dia adalah seorang yang pemalu, tidak percaya diri dan mudah gugup. Apalagi jika anda mengenal Wanda, pasti anda pun akan berpikiran sama dengan semua orang,  tidak akan ada yang mengira kalau Wanda adalah seorang yang insecure.

Jadi jika anda juga merasa seperti Wanda, sedikit kurang percaya diri, low self esteem ataupun insecure, anda tidak usah terlalu khawatir, karena anda bisa menjadi lebih baik seiring waktu jika anda mau. Mari kita cari tahu seperti apa Wanda berjuang dengan sifatnya yang pemalu dan kurang percaya diri tersebut.

Satu hal yang terlebih dahulu  perlu anda miliki jika anda ingin sukses dalam semua hal di kehidupan ini yaitu  “tidak mudah menyerah”. Seperti halnya Wanda, mengetahui dan merasakan bahwa dirinya kurang percaya diri, tidak lantas membuat Wanda terpuruk dan menerima begitu saja apa adanya.

Pertama, anda harus memiliki figur-figur yang anda kagumi, tanyakan pada diri anda apa yang anda kagumi dari orang-orang tersebut, kemudian tingkatkan kualitas diri agar anda bisa seperti dia atau setidaknya mendekati. Bukan berarti anda harus menjadi orang lain, namun kemampuannya lah yang perlu anda tiru.

Ketika awal-awal bekerja, Wanda mengagumi salah seorang pembawa acara, setiap ada acara Wanda selalu melamun dan berpikir “hebatnya dia, sangat penuh percaya diri, andai akupun bisa seperti dia, berdiri di depan banyak orang dan berbicara dengan luwes”. Wanda menyadari kalau sebenernnya Wanda memiliki suara yang tidak kalah menarik dengan dia, tapi wanda juga merasa bahwa kepercayaan diri-lah yang tidak Wanda miliki.

Kemudian Wanda berkata pada dirinya sendiri bahwa suatu hari Wanda pun akan bisa seperti dia, meskipun pada saat itu tidak terpikir olehnya bagaimana caranya, tapi Wanda meyakinkan dirinya kalau dia akan bisa suatu hari, entah kapan, tapi pasti bisa.

Sekali waktu, sang pembawa acara tidak dapat hadir pada suatu even tertentu dan tiba-tiba atasannya menunjuk Wanda untuk menjadi pembawa acara, terjadi pergolakan dalam batin Wanda, disatu sisi dia sangat ketakutan tapi disisi lain ada bisikan “ini saatnya kamu belajar jika kamu memang ingin seperti dia, jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu masih muda, jangan takut berbuat salah, berbuatlah salah sebanyak mungkin karena ini waktunya, tidak akan pernah ada kata mahir sebelum amatir”, dan akhirnya Wanda menganggukan kepala tanda setuju.

Meskipun dengan persiapan yang matang, tetap saja penampilan pertama Wanda bisa dibilang sangat buruk, dia terlalu gugup. Kesalahan Wanda adalah dia terlalu berharap kesempurnaan pada penampilannya yang justru membuatnya semakin gugup.

Jika anda seorang pemula dalam apapun, jangan terlalu menuntut banyak pada diri anda sendiri, be nice to your self.

Malam itu Wanda tidak dapat tidur dengan nyenyak karena perasaan malu akan penampilannya tadi siang terus menghantuinya.

Apakah kejadian itu membuat Wanda berhenti dan menyerah ?

Tidak, Wanda mengevaluasi diri dan terus berlatih, selalu mengambil kesempatan ketika ada kesempatan dia untuk tampil, perlahan dia belajar hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sampai akhirnya Wanda dapat menjadi pembawa acara dengan nyaman dan penuh percaya diri.

Untuk orang lainnya yang sangat percaya diri mungkin hanya butuh 3 kali belajar agar menjadi bagus, tapi Wanda perlu 10-20 kali, tapi dia melakukannya. Percayalah Tuhan mempersenjatai setiap ciptaannya dengan unik, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, hanya bagaimana kita menggali kelebihan kita dan mengasahnya agar kelebihanlah yang menjadi lebih dominan dalam diri kita dibanding kelemahan kita.

Percayakah anda ketika Wanda mengumpulkan sejumlah cleaning service di kantornya seusai jam kerja untuk duduk di ruang rapat dan mendengarkannya presentasi ? iya, itu pernah Wanda lakukan ketika dia belajar mengatasi rasa gugupnya berbicara di depan orang.

Wanda pun pernah  diam-diam  mengikuti private public speaking training untuk mengatasi rasa tidak percaya dirinya. Disitu dia diajarkan bagaimana cara berbicara yang baik, bagaimana cara menguasai diri dan yang terpenting bagaimana cara berpikir postif. Dalam pelatihan itu salah satu prakteknya adalah Wanda harus berbicara sendiri seolah dia seorang presenter di sebuah lapangan yang sekelilingnya tempat mobil parkir dan penuh dengan lalu lalang orang. Takut disangka orang stress awalnya, tapi Wanda tepis pikiran itu “what the hell people think, ketika kamu bisa maka kamu yg akan merasakan manfaatnya bukan mereka”.

Kuncinya jangan menyepelekan the power of the mind, kekuatan pikiran anda, segala sesuatu mengikuti apa yang ada dalam pikiran anda.

Ucapkan hanya hal-hal baik saja pada diri anda seperti “kamu orang yang baik hati, penyayang dan pintar”, jangan pernah berbicara kasar pada diri anda sendiri ataupun berbicara buruk kepada diri anda sendiri seperti “kamu memang payah, tidak berharga, tidak layak mendapatkannya”.

Luangkan waktu untuk selalu berkomunikasi dengan diri anda sendiri, katakan bahwa selama ini anda salah menduga, mengira anda seorang yang tidak percaya diri dan insecure, padahal kini anda menyadari bahwa anda tidak demikian, anda memiliki potensi lebih dari yang anda kira. Hal ini seperti reprogramming your sub-conscious mind, memprogram ulang alam bawah sadar anda, hal salah  yang selama ini anda percayai.

Selalu ingatkan diri anda bahwa anda pintar, rajin, bertanggung jawab, menarik, setia, tidak ada alasan logik untuk tidak percaya diri dan anda dapat mencapai segala yang anda inginkan jika anda berusaha.

Ulang dan ulang lagi setiap hari, karena dengan begitu, alam bawah sadar anda lama kelamaan akan mempercayai kata-kata positif tersebut dan menghapus program lama yang negatif, anda akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bahagia dengan diri anda sendiri dan dengan demikian kesuksesanpun akan menghampiri hidup anda, amiin.

0

Akhirnya Ku Menemukanmu

Tidak seperti biasanya di hari sabtu subuh, seusai sholat subuh Mei bergegas menyalakan laptop, bukan untuk mengerjakan pekerjaan kantor ataupun nonton film hasil download-an, biasanya itulah yang Mei lakukan jika membuka laptop di rumah. Pagi itu Mei segera menyalakan video panduan yoga, sudah beberapa minggu terakhir Mei rajin sekali melakukan olah raga yang baru dikenalnya itu. 30 menit yoga selalu mengawali hari-harinya, entah itu hari kerja ataupun hari libur.

Mei bukan lah orang yang menyukai olah raga, biasanya Mei menghabiskan waktu senggangnya seharian di depan TV atau komputer. Sewaktu ibunya masih ada, Mei kerap kali dicerewetin ibunya, mungkin ibunya khawatir melihat anak kesayangannya enggan bergerak, hanya duduk di depan TV dengan ditemani berbagai macam panganan kecil tentunya.

Semenjak kecil Mei memiliki penyakit asthma yang diturunkan oleh neneknya dari pihak ayah, jika Mei beraktifitas fisik yang membuatnya sedikit cape maka malam harinya penyakit Mei akan kambuh, hal itu yang membuat Mei akhirnya enggan untuk berkeringat.

Seiring waktu dan bertambahnya usia, Mei mulai menyadari pentingnya berolah raga, dokter Asthmanya menyarankan agar Mei tetap berolah raga rutin, “pilihlah olah raga yang kamu sukai, tapi ingat, kurangi porsi waktunya dari orang kebanyakan, karena terlalu lelah akan memicu asthmamu kambuh, kamu sendiri yang bisa mengira-ngira kapan harus berhenti” ujar dokter.

Mei berpikir keras “apa ya olah raga yang aku sukai?” gumamnya dalam hati, seolah tidak yakin jika ada jenis olah raga di dunia ini yang akan dia sukai, “semua olah raga pasti bikin cape-lahh, namanya juga O L A H R A G A, kalau olah rasa sepertinya lebih menyenangakan, No Sweat ” Lagi-lagi Mei bergumam, kali ini sembari nyengir sendiri.

Kemudian petualangan pencariannya pun dimulai, diawali dengan setiap pagi berjalan kaki sembari menghirup segarnya udara pagi kota Bandung, sebuah kota yang teramat dicintainya, namun sayang, itu hanya bertahan beberapa hari saja, trotoar tempatnya berjalan sangatlah tidak nyaman, tidak rata dan banyak berlubang, selain itu jalan kaki sepertinya kurang umum bagi masyarakat kota Bandung, jadi Mei merasa seolah orang-orang melihatnya dengan penuh tanya, “jangan-jangan mereka menduga gua kehabisan duit buat bayar angkot lagi “ hadeuhhh .. Mei .. Mei.. piye kamu.. Be postif-lahhhh…

Kemudian ditengah pencariannya, seorang sobat lamanya Mei, Anto, memperkenalkan olah raga yang kedua, olah raga yang saat itu memang tengah digandrungi Anto, yaitu bersepeda, “gua gak tahu apa-apa tentang sepeda To, satu-satunya speda yang pernah gua punya, speda mini dengan keranjang di depan dan dua roda kecil tambahan di samping kanan-kirinya”. Anto pun dengan sangat antusias memberikan rekomendasi berbagai merk sepeda yang bisa jadi pilihan Mei, namanya Mei lagi dalam masa pencarian, akhirnya Mei pun membeli sebuah sepeda, sebuah sepeda yang dapat dilipat, karena dalam benak Mei, jika kelak dia punya mobil maka akan mudah baginya mengajak sepedanya kemana saja, padahal waktu itu boro-boro Mei punya uang untuk membeli mobil, tapi itulah Mei, dia sangat optimis menghadapi masa depan meski disaat sama sekali tak ada alasan untuk optimis.

Semenjak memiliki sepeda, Mei rajin sekali mengunjungi toko tempat yang menjual accessories sepeda, Mei bisa menghabiskan beberapa waktu di tempat itu, dia sangat menyukainya, bahkan lebih dari menyukai bersepeda-nya sendiri.. ha ha ha… Mei itu kadang aneh memang.

Pagi-sore Mei bersepeda sendiri, tidak pernah jauh tapi cukup untuk membuatnya berkeringat. Lagi-lagi kota Bandung pun bukan tempat yang aman buat perempuan bersepeda sendiri, banyak sekali mobil dan motor, kota Bandung belum memiliki jalan khusus untuk pe-sepeda. Rasanya sangat berbeda sekali ketika Mei rajin bersepeda di Sapporo, sebuah kota kecil di bagian selatan negri Jepang, hampir setiap jalan dilengkapi dengan garis yang jelas, mana tempat pe-jalan kaki, mana untuk pe-sepeda, mana untuk motor dan mobil, selain itu, yang terpenting adalah setiap orang sangat mematuhi garis itu, entah ada orang yang lihat atau tidak, entah jalan kosong atau tidak, mereka tetap menggunakan haknya masing-masing, tidak ada yang berani mengganggu hak yang lain, seolah garis itu adalah garis yang sakral, padahal hanya garis, sedangkan disini pembatas tembokpun kadang diterobos, sampai saat ini Mei tidak habis pikir akan hal itu, bagaimana orang Jepang bisa sebegitu disiplinnya.

Singkat cerita, itu sepeda belakangan ini lebih banyak istirahat ketimbang diajak jalan-jalan pemiliknya.

Lanjut perncarian Mei yang ketiga, seorang teman mengajak Mei bergabung dengannya di sebuah sanggar aerobik, sibuklah Mei membeli berbagai atribut senamnya, yang terkadang harganya pun lebih mahal dibadingkan baju sehari-hari yang biasa Mei pakai. Namun…. rupanya disinipun Mei tidak menemukan arti “kesenangan” sebuah olah raga, Mei melakukannya hanya sebatas nyari karinget, sebatas “harus”, agar sehat, tidak lebih.

Salah satu kesukaan Mei adalah membaca berbagai tulisan singkatnya orang lain, setelah Mei membaca beberapa artikel, banyak diantaranya yang menyebutkan manfaat dari yoga, mulai dari menurunkan berat badan, melatih pernafasan, melatih konsentrasi, stretching, stress release, keseimbangan sampai a better sex, “segitunya, perlu dicoba” pikir Mei. Mei pun mulai mengajak beberapa temannya untuk mengikuti kelas yoga, tapi sayangnya tidak ada satupun yang tertarik, namun hal itu tidak mengurungkan niat Mei untuk mempelajari yoga, Mei pun mengunduh beberapa gerakan yoga dan teknik-tekniknya dari internet, mempelajarinya, lalu mempraktektekannya. Dan luar biasa, Mei menyukainya semenjak kali pertama mempraktekannya, sulit dipercaya, akhirnya seorang Mei menemukan kesenangan dalam berolah raga.

Gerakan yoga tidak seperti aerobik, aerobik cenderung dinamis, membuat Mei terengah-engah seperti olah raga lain pada umumnya, sementara yoga sangat tenang dan pelan, selalu fokus pada pernafasan menguntungkan Mei yang bermasalah dengan itu, keseimbangan dan ketahanan yang ditonjolkan, tanpa menyampingkan peregangan. Sehingga percaya atau tidak, meskipun setiap gerakannya sangat lembut dan perlahan namun 15-30 menit pun mampu membuat Mei bercucuran keringat sekalipun melakukannya sendiri.

Kini setiap pagi Mei rutin melakukan yoga, dengan senang hati, tidak lagi memandang olah raga sebagai suatu keharusan, melainkan kebutuhan. Selain yoga menjaga kebugaran Mei, yoga juga sangat mengurangi keluhan law back pain yang tadinya sering di derita Mei, membuat Mei lebih relax dan bersemangat memulai pagi. 

Terlepas dari pro dan kontra bahwa yoga bukan olah raga untuk seorang muslim, ditambah beberapa negara pun mengharamkan yoga seperti Malaysia dan Mesir, namun Mei menyukai yoga. Gerakan tidak akan menggoyang keimanan seseorang, apalagi merubah keyakinan, intinya hindari senandung atau kata-kata dalam yoga, ganti dengan menyebut Asma Nya, ketika mengosongkan pikiran, kosongkan dari keduniawian isi dengan mengingat kebesaranNya, so Mei think that would be just fine, what do you think?