“Mimpi Kecil”

“Lagi nonton apa sih serius amat?” Ibu membuyarkan konsentrasiku yang tengah terkagum-kagum menonton sebuah liputan tentang alat transportasi super cepat di Negara Jepang, sebuah kereta api, Shinkansen namanya atau dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan bullet train. Waktu melihat kereta api tersebut dalam hati bergumam “Wahh hebatnya, kapan yaaa bisa naik bullet train, mungkin ga yaa.. mimpi kali yeeee!”.

Lima belas tahun kemudian, tiba-tiba aku berada di sebuah stasiun kereta Api di Jepang, berdiri di sebelah dua rangkaian kereta Shinkansen sembari memegang satu tiket jurusan Hiroshima~Kyoto, “hahhhhh… aku mau naik bullet train, ini mimpi kah atau betulan? Kalau ini mimpi please please please jangan dibangunin dulu” berbicara dalam pikiran sendiri.

“Alberttttt…. foto-in gueeee depan moncongnya Shinkansen, cepetaaan ntar keburu pergi!” kurang lebih begitulah saya berteriak kalau dalam bahasa Indonesia, seolah tak menghiraukan lagi ketika mata sipit orang-orang Jepang yang juga menanti jadwal kebarangkatan keretanya menengok ke arahku, lalu dengan tergesa-gesa dokter hewan Kyenjojo District pun berusaha keras mengabadikan sebuah moment dream come true, heuheu…

Sebenarnya Shinkansen pertama kali dibuat sekitar tahun 1964, terus berkembang seiring waktu dan pesatnya kemajuan teknologi. Kereta yang kami tumpangi adalah seri N700 keluaran tahun 2007, kecepatan maksimumnya 300 Km/Jam, sebagai pembanding rata-rata kereta eksekutifnya di Indonesia saat ini berkecepatan maksimum antara 80-100 KM/Jam, tidak berbeda jauh (*tring).

Tempat duduknya berwarna biru untuk yang kelas biasa dan hijau untuk yang 1st class, tapi meskipun kelas biasa lihat deh, lebih mirip seperti kabin pesawat ketimbang kereta api kan?

Harga tiket oneway-nya untuk Hiroshima-Kyoto yang berjarak 380 Km kalau tidak salah sekitar ¥ 11.500 atau kurang lebih 1,1 juta rupiah dan ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam.

Nah, kalau Bandung-Jogja Jaraknya sekitar 500 Km, waktu tempuh kereta api sekitar 8 jam dengan harga tiket rata-rata 200 ribu rupiah. Kalau kita memiliki Shinkansen maka waktu tempuh bisa dipersingkat, contohnya anggaplah jika menggunakan kecepatan rata-rata 250 km/Jam maka Bandung-Jogja bisa ditempuh  dalam waktu 2 jam. Harga tiket untuk jarak tempuh 500 Km umumnya untuk shinkansen sekitar 1,3 juta-an rupiah. Jadi menurut anda lebih menarik mana jika hendak berpergian dari Bandung ke Jogja : kereta konvensional yang butuh waktu  8 Jam tapi cukup merogoh kocek Rp. 200.000,- untuk kelas eksekutif atau bullet train yang hanya meminta 2 jam waktu anda tapi dengan konsekuensi merogoh kocek lebih dalam atau sekitar Rp. 1.300.000,- untuk kelas biasa, pilih mana ? Jawabannya tentu berbeda-beda tergantung berbagai hal, banyak orang berduit takut terbang, pasti akan senang sekali jika ada kereta jenis ini di Indonesia, tapi kalau saya pilih yang konvensional saja kali ya, karena  kalau dihitung secara matematis gak equal kayanya, coba saja 2 jam banding 8 jam sama dengan 1 : 4, harusnya harganya pun 200 ribu dikali 4 atau 800 ribu saja dan itu pun kelas biasa lho, itu kata saya sih yang dulu kalkulusnya E trus di ulang semester depannya jadi D, hehe.. .

Eeiiitss… nyampe Setasiun Ky Oto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s