0

“Mimpi Kecil”

“Lagi nonton apa sih serius amat?” Ibu membuyarkan konsentrasiku yang tengah terkagum-kagum menonton sebuah liputan tentang alat transportasi super cepat di Negara Jepang, sebuah kereta api, Shinkansen namanya atau dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan bullet train. Waktu melihat kereta api tersebut dalam hati bergumam “Wahh hebatnya, kapan yaaa bisa naik bullet train, mungkin ga yaa.. mimpi kali yeeee!”.

Lima belas tahun kemudian, tiba-tiba aku berada di sebuah stasiun kereta Api di Jepang, berdiri di sebelah dua rangkaian kereta Shinkansen sembari memegang satu tiket jurusan Hiroshima~Kyoto, “hahhhhh… aku mau naik bullet train, ini mimpi kah atau betulan? Kalau ini mimpi please please please jangan dibangunin dulu” berbicara dalam pikiran sendiri.

“Alberttttt…. foto-in gueeee depan moncongnya Shinkansen, cepetaaan ntar keburu pergi!” kurang lebih begitulah saya berteriak kalau dalam bahasa Indonesia, seolah tak menghiraukan lagi ketika mata sipit orang-orang Jepang yang juga menanti jadwal kebarangkatan keretanya menengok ke arahku, lalu dengan tergesa-gesa dokter hewan Kyenjojo District pun berusaha keras mengabadikan sebuah moment dream come true, heuheu…

Sebenarnya Shinkansen pertama kali dibuat sekitar tahun 1964, terus berkembang seiring waktu dan pesatnya kemajuan teknologi. Kereta yang kami tumpangi adalah seri N700 keluaran tahun 2007, kecepatan maksimumnya 300 Km/Jam, sebagai pembanding rata-rata kereta eksekutifnya di Indonesia saat ini berkecepatan maksimum antara 80-100 KM/Jam, tidak berbeda jauh (*tring).

Tempat duduknya berwarna biru untuk yang kelas biasa dan hijau untuk yang 1st class, tapi meskipun kelas biasa lihat deh, lebih mirip seperti kabin pesawat ketimbang kereta api kan?

Harga tiket oneway-nya untuk Hiroshima-Kyoto yang berjarak 380 Km kalau tidak salah sekitar ¥ 11.500 atau kurang lebih 1,1 juta rupiah dan ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam.

Nah, kalau Bandung-Jogja Jaraknya sekitar 500 Km, waktu tempuh kereta api sekitar 8 jam dengan harga tiket rata-rata 200 ribu rupiah. Kalau kita memiliki Shinkansen maka waktu tempuh bisa dipersingkat, contohnya anggaplah jika menggunakan kecepatan rata-rata 250 km/Jam maka Bandung-Jogja bisa ditempuh  dalam waktu 2 jam. Harga tiket untuk jarak tempuh 500 Km umumnya untuk shinkansen sekitar 1,3 juta-an rupiah. Jadi menurut anda lebih menarik mana jika hendak berpergian dari Bandung ke Jogja : kereta konvensional yang butuh waktu  8 Jam tapi cukup merogoh kocek Rp. 200.000,- untuk kelas eksekutif atau bullet train yang hanya meminta 2 jam waktu anda tapi dengan konsekuensi merogoh kocek lebih dalam atau sekitar Rp. 1.300.000,- untuk kelas biasa, pilih mana ? Jawabannya tentu berbeda-beda tergantung berbagai hal, banyak orang berduit takut terbang, pasti akan senang sekali jika ada kereta jenis ini di Indonesia, tapi kalau saya pilih yang konvensional saja kali ya, karena  kalau dihitung secara matematis gak equal kayanya, coba saja 2 jam banding 8 jam sama dengan 1 : 4, harusnya harganya pun 200 ribu dikali 4 atau 800 ribu saja dan itu pun kelas biasa lho, itu kata saya sih yang dulu kalkulusnya E trus di ulang semester depannya jadi D, hehe.. .

Eeiiitss… nyampe Setasiun Ky Oto

0

“Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu”

Kami berdelapan berkumpul dikelas seusai mata pelajaran terakhir disampaikan, kemudian a lady yang selalu tampil dengan pakaian yang apik dan menarik, seseorang yang sukar untuk ditebak usianya tiada lain koordinator dan sekaligus interpreter yang bernama Kuniko Maki berkata “Anda sekalian boleh memilih apakah akan mengunjungi Museum Hiroshima atau sebuah temple yang asri di sekitar tempat kunjungan wajib nanti, hanya saya ingatkan bahwa jadwal kita sangat padat, jika anda memilih hiroshima maka persiapkan fisik anda karena saya yakin ini akan menjadi a hectic tour“.

Mulai kita berdiskusi membahas untung rugi dari kedua tempat tersebut, sebenarnya saya pribadi tidak bermasalah dengan perjalanan yang melelahkan karena di Indonesia pun sangat sering mengikuti perjalanan yang sebenarnya lebih parah capenya jika dibandingkan dengan  hectic tour-nya orang Jepang, namun 2 orang diantara kami berseteru, the brazilian menginginkan museum sementara the ugandan menginginkan temple. Dua orang mianmar yang sangat jarang terdengar suaranya terlihat tidak ambil pusing apapun yang dipilih, jadi keputusan ada di pihak indonesian yang notabene ada 4 kepala, akhirnya kami berempat berembug dan memutuskan Hiroshima, meski saya bukan orang yang mengerti sejarah tetapi saya sadar bahwa kesempatan untuk dapat mengunjungi tempat itu bukanlah kesempatan yang mudah terutama dalam hidup saya pribadi khususnya.

Hiroshima Peace Memorial Museum terletak di Hiroshima Memorial Park, Kota Hiroshima, Jepang, bangunan ini didirikan pada tahun 1955 untuk memperingati momen yang amat sangat pahit bagi orang Jepang.

Waktu itu perang dunia ke-II tengah berkecambuk, AS berada dibawah kepemimpinan Presiden Harry S. Truman. Sebuah pesawat terbang B-29 diperintahkan untuk bertolak dari pangkalan militer AS di Filipina, menuju Jepang. Pesawat tersebut kemudian melayang-layang di atas kota Hiroshima.  Waktu itu tepatnya tanggal 6 Agustus 1945 pukul 8.15 pagi waktu setempat, sebuah bom atom dilepaskan dari pesawat tersebut tepat diatas sebuah rumah sakit, bayangkan saja “diatas sebuah rumah sakit”, seperti apa keriuhan yang terjadi kala itu. Tak hanya rumah sakit tersebut tentunya, seluruh kota Hiroshima lebur. Dalam radius tiga kilometer dari pusat ledakan, tak ada sesuatu yang bisa diselamatkan.

Dikabarkan hampir 100 ribu orang meregang nyawa saat itu, belum lagi kematian, penyakit dan cacat yang mengikuti paska ledakan. Ini adalah sebuah pemusnahan massal spontan pertama yang pernah terjadi di muka Bumi.

Hiroshima dipilih menjadi target sasaran oleh AS kala itu dikarenakan Kota Hiroshima merupakan salah satu markas militer Jepang dan kota pelabuhan yang strategis.

Warga Jepang tidak akan pernah lupa peristiwa ini, bagaimana bom meluluhlantakan kota mereka, bagaimana senjata nuklir penghancur masa merenggut saudara dan handai taulan yang mereka cintai,  juga menyebabkan berbagai efek radiasi yang berkepanjangan.

Diatas adalah foto saya tengah menandatangani buku tamu alias “I was here”  .  Ketika mengetahui saya berasal dari Indonesia, petugas memperlihatkan buku tamu lama yang tersimpan rapi menunjukan beberapa orang nomor 1 dan beberapa orang penting lainnya dari Indonesia yang pernah berkunjung ke tempat ini, ditengah kegetiran yang baru kami rasakan setelah mengikuti tour dalam museum tersebut menyeruak rasa syukur tak terhingga karena saya berkesempatan mengunjungi tempat ini.

Bangunan Museum ini sangat modern, luas dan dilengkapi berbagai diorama, foto-foto serta barang-barang yang tersisa beserta cerita dibalik benda-benda tersebut. Setiap pengunjung dilengkapi dengan bahan bacaan dan headset yang bisa didengarkan dalam berbagai bahasa, situasinya seolah menggiring kita balik ke masa 65 tahun silam. Merinding rasanya bila membayangkan bagaimana hal sekeji tersebut dapat terjadi, seperti apa pikiran dan perasaan awak pesawat B-29 tersebut ketika menjatuhkan sebuah atomic bomb diatas sebuah rumah sakit dengan segala kefahaman atas seluruh konsekuensinya, apakah nurani menghilang ketika berbicara Loyalitas? Patriotisme? Bela Negara?

Entahlah, saya berusaha untuk tidak menghakimi, saya tidak faham betul mengenai latar belakang yang menyulut terjadinya peperangan tersebut, namun yang pasti saya tahu perang seperti kata pepatah “menang jadi arang kalah jadi abu”.

Diatas adalah foto kami berdelapan plus Profesor Hirosi Kanagwa yang merupakan our leader program di depan bangunan yang konon merupakan titik tepat bom dijatuhkan.

Nah, disebelah kanan merupakan hasil jepretan saya yang paling saya  suka, saat itu Maki-san tengah menjelaskan tentang bagaimana ledakan terjadi, Nila, Albert dan Sari sangat serius mendengarkan penjelasan Maki-san, coba kalau saya yang ada disitu pasti “tetep” sadar kamera seserius apapun pastinya :p .

0

“Raden Arya”

Nuri adalah seorang gadis kecil sederhana yang hidup sebatang kara, kedua orang tuanya telah berpisah dan meninggal dunia, dia tidak memilik seorang saudarapun di dunia ini, namun dia memiliki seorang sahabat yang bernama Raden Arya.

Raden Arya adalah seorang anak laki-laki yang bisa dibilang memiliki segalanya, terlahir dalam keluarga ningrat yang serba ada, anak ke-6 dari 12 bersaudara, Arya memiliki darah biru, karena ayahnya merupakan garis keturunan dari Raden Kertadibumi, raja ke-17 Kerajaan Mangkubintang.

Meskipun keduanya berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang yang berbeda, Raden Arya dan Nuri telah lama bersahabat, mereka selalu dapat saling mengandalkan satu sama lain. Raden Arya sangat menyayangi sahabat kecilnya tersebut, begitupula Nuri, baginya Raden Arya adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, karena tinggal Raden Arya-lah satu-satunya yang dia miliki di dunia ini.

Nuri selalu berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah melakukan apapun yang akan membuatnya kehilangan Arya, termasuk jatuh cinta, karena berkaca pada orangtuanya, cinta tidak selalu membuat orang bahagia, tetapi juga terkadang dapat sangat menyakitkan dan membuat seseorang kehilangan orang yang yang sangat berharga baginya.

Nuri dan Arya sangat ketergantungan satu sama lain, terutama Nuri, hampir dalam seluruh aspek kehidupannya selalu melibatkan Arya, karena semenjak orang tuanya tiada Arya-lah satu-satunya manusia yang Nuri percayai di dunia ini.

Seiring waktu, Nuri tumbuh menjadi seorang gadis manis, begitu pula Raden Arya, kini dia adalah seorang pemuda yang gagah dan cerdas. Perasaan yang memuncah diantara keduanya tak mampu dibendung lagi, keduanya saling jatuh cinta. Di suatu pagi yang cerah, Raden Arya berkata pada nuri “Jangan pernah khawatir, apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri, percayalah, aku janji”.  Raden Arya adalah sahabatnya sedari kecil, tidak ada alasan buat Nuri meragukan perkataan Raden Arya hingga Nuri pun menelan semua janjinya pada diri sendiri untuk tidak jatuh cinta pada Raden Arya.

Namun apa yang terjadi ? Rupanya seorang putri dari kerajaan tetangga jatuh cinta pula pada Raden Arya hingga kerajaan tersebut melayangkan surat kepada Kerajaan Mangkubintang agar menikahkan Raden Arya dengan putri semata wayang mereka atau jika menolak maka mereka akan menghancur lumatkan Kerajaan Mangkubintang.

Keputusan yang amat sulit bagi Raden Arya, dia tidak ingin meninggalkan Nuri karena dia teringat janjinya, tak sampai hati Raden Arya meninggalkan orang yang dia sayangi sendiri di dunia ini, namun jika ia menolak lamaran itu maka konsekuensinya seluruh rakyat Mangkubintang akan menanggung akibatnya. Sebagai seorang kesatria, Raden Arya sadar bahwa ia harus mendahulukan tanggungjawabnya, meskipun hati kecilnya menangis, ia pun melakukan yang terbaik untuk banyak orang dan berusaha melupakan perasaannya, ia akhirnya menerima pinangan kerajaan tersebut, ia meninggalkan Nuri begitu saja tanpa berani mengucapkan selamat tinggal, ia tidak ingin melihat hati orang yang disayanginya hancur berkeping-keping.

Satu hal yang bisa kita pelajari, bahwa dalam hidup, tidak seharusnya bergantung secara berlebihan kepada orang lain sekalipun orang yang paling dekat dengan kita, jangan menjadikan manusia satu-satunya tempat untuk mengadu dan meminta pertolongan, karena yang namanya manusia adalah manusia, cepat atau lambat mereka akan pergi, akan membuatmu bersedih, sebagian akan pergi karena meninggal dunia, sebagian akan pergi karena memilih orang lain dan sebagian akan pergi karena alasan lainnya..

Mau tahu siapa yang tidak akan pernah meninggalkanmu? Mau tahu siapa yang tidak akan pernah membuatmu bersedih ? jawabannya hanya satu : Allah, jadikan hanya Allah tempatmu mengadu dan bergantung, maka engkau tidak akan pernah dibuatNya kesepian dan tidak akan pernah lagi merasakan sakitnya kehilangan, sebaik-baiknya penolong

———————————————————————————————–

0

“Kamu Tidak Pernah Tahu”

Jelekong adalah sebuah daerah di Kecamatan Bale Endah, Kabupaten Bandung, daerah ini cukup terkenal dengan lukisannya, hampir setiap orang di daerah ini dapat melukis, suatu kemampuan yang sifatnya turun temurun, entah semenjak kapan nenek moyang mereka mulai melukis dan entah pelukis terkenal siapa gerangan yang menurunkan kemampuan tersebut, namun secara genetik kemampuan ini diturunkan kepada anak cucuknya hingga generasi sekarang.

Sayangnya harga lukisan yang dibuat di daerah ini tidaklah mahal, hanya beberapa yang yang dihargai tinggi, hal ini disebabkan kebanyakan dari lukisan yang mereka buat tidak berdasarkan imaginasi, melainkan bergantung pada pasar, lukisan apa yang tengah laku di pasar maka itulah yang akan banyak dilukis, maka tidak heran jika ditemukan banyak jenis lukisan yang sama dan persis disana.

Suatu hari,  seorang pelukis tengah menyelesaikan lukisannya, lukisan ini adalah lukisan yang dipesan khusus oleh seorang artis ternama untuk dipajang di ruang tamunya, lukisan tersebut menghabiskan waktu hampir 3 bulan, terlihat sangat bagus walau baru 80% diselesaikannya,  sang pelukis  sangat senang dengan hasil karyanya dan terus memandangi lukisannya tersebut.  Sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur, ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang, dia terus berjalan mundur dan tanpa disadarinya dibelakang adalah jurang yang curam dan tinggal satu langkah lagi dia mengakhiri hidupnya.

Seseorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut, namun dia tidak melakukannya karena dia berpikir sekali dia berteriak pelukis tersebut malah bisa jatuh karena kaget. Kemudian dia memiliki ide lain, diambilnya kuas milik pelukis tersebut, segera dicelupkannya pada cat yang ada didepan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan terebut.

Pelukis tersebut sangatlah berang dan berlari sembari berteriak “Heiiii!!! apa yang kau lakukan?”, segera dipegangnya kerah baju orang tersebut dan hendak memukulnya, betapa tidak, hasil kerja yang dikaguminya selama 3 bulan tersebut dirusak oleh sapuan kuas orang bodoh tersebut pikirnya, beberapa orang yang ada disitu berusaha melerainya dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.

Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan pasangan yang kita idamkan, tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Yang Maha Tahu, karena Tuhan melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap orang lain yang menghancurkan mimpi indah kita, tapi kita tidak pernah tahu apa makna dibalik semua itu…

“Bisa jadi seseorang membenci sesuatu, padahal itu baik untuknya, dan mungkin seseorang mencintai sesuatu, padahal itu buruk untuknya.”

——————————————–

bahagia selalu buat aku

Quote
0

Today was just one of those days where everything I did reminded me of you and every song I heard somehow related to you. I hate days like today, because they remind me of the one thing I don’t have. It’s really painful to say goodbye to someone that you don’t want to let go but its even more painful to ask someone to stay if they never wanted to stay.

How you promised me won’t ever leave me alone, I can remember it vividly.

I’m holding on to something that used to be there hoping it will come back, knowing it won’t. I knew a million words would never bring you back, neither would a million tears.

I’m going to smile, because I want to make you happy, I’m going to laugh, so you won’t see me cry. I’m going to let you go in peace, and even if it kills me inside, I’m going to smile.

I want to say sorry for everything I have done in the past, I did you wrong a lot, you have done your very best for me, but all you received just scolds and blames from me, over and over, you gave up many things just for me, just for me, but then again … What you have done never been enough for me, its all because my heart still covered up by something, an anger and hatred toward someone else which I still hold on to, and I addressed it to you.

It wasn’t your fault, I’m the one who still have issue to finished, I’ve been acting as wasn’t my self, I realised I’m not ready for any kind of relationship, I need sometime to be alone and heal myself, looking for peace within myself, otherwise it will always be end up the same no matter how much a man ℓove me and treat me well.

I’m going to spend much time with myself, be heal, be overcome, be a better version of me, be a good friends, be a good sister, be a good aunt, be a good staffs, and most of all is be a better creature of God, …. just be the best of me.

So.. For you, Be good, Be healthy and Be all right …

————-***————–

0

“People Do Judge a Book by it’s Cover”

Sering sekali kita mendengar pepatah yang satu ini “Don’t Judge a Book By It’s Cover” , sebuah pepatah yang sangat mudah untuk diucapkan dan tidak sulit pula untuk memahami maknanya, namun bagaimana dengan menerapkanya kedalam kehidupan nyata? sepertinya harus kita akui bahwa hal tersebut tidaklah mudah apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, dimana arus informasi begitu derasnya masuk kedalam kehidupan kita sehari-hari, baik melalui media cetak ataupun media elektronik.
Setiap saat media menjejali kita dengan berbagai informasi. Harus kita sadari, teknologi memiliki dua sisi, begitu pula dengan teknologi informasi dan penyiaran, tidak semua yang disajikan media akan berdampak positif bagi kita seperti meningkatnya pengetahuan dan wawasan terhadap berbagai hal dengan cepat, namun jika kita cermati lebih jauh ada hal lain yang menyertai. Lihatlah sinetron yang ditayangkan beberapa stasiun televisi, iklan produk-produk tertentu dan tayangan lainnya.

Jarang sekali sinema elektronik tersebut menampilkan realita kehidupan yang sebenarnya, kebanyakan dari mereka hanya menggambarkan kehidupan yang mewah dan glamor. Kemudian yang paling miris adalah melihat sinetron anak sekolah yang tentunya kebanyak dari penontonnya adalah anak sekolah, menampilkan anak-anak sekolah yang tidak lagi santun mengekspresikan ketidaksetujuan ataupun ketidaksenangannya terhadap orang tua, guru maupun teman sebayanya, dan celakanya seolah hal tersebut sesuatu yang termaklumi. Sangat tidak mendidik jika ditonton oleh anak, karena anak tidak sama dengan kita orang dewasa, sangat mudah untuk terpengaruh, masih banyak space di memorinya, bank data yang dimilikinya belum cukup untuk dapat membuat kesimpulan antara baik dan buruk dengan sempurna.

Lihatlah bagaimana iklan berbagai produk bersaing memasarkan produknya. Majalah, TV, internet, surat kabar, baligo, pamplet sampai dengan giant screen yang kini banyak hadir di kota-kota besar menampilkan iklan-iklan tersebut. Tanpa disadari hal tersebut sebenarnya telah membentuk “image” bagaimana seharusnya seseorang “terlihat”. Coba perhatikan iklan krim muka atau hand body lotion, mereka seolah mengajarkan kita bahwa yang berkulit putih “lebih baik” dari yang berkulit hitam, iklan produk diet dan olah raga mengajarkan kita bahwa yang kurus “lebih baik” dari yang berbadan besar, iklan kendaraan mengajarkan kita semakin bagus kendaraannya itu yang “lebih baik” dan banyak lagi. Bayangkan saja berulang–ulang semua itu kita baca dan tonton, sedikit banyak hal itu akan berpengaruh terhadap penilaian kita baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Kita jadi terlalu mudah menilai orang, terkadang memandang orang hanya dari luarnya saja, tanpa terlebih dahulu berusaha mengetahui apa yang ada di dalam. Coba perhatikan, orang biasanya akan terlihat lebih menghargai dan menghormati orang lain yang nampak lebih mirip dengan yang digambarkan iklan-iklan ketimbang yang biasa-biasa saja, entah dengan tampilan fisiknya, yang mereka kenakan ataupun yang mereka kendarai.

Seperti halnya Mela teman saya, ketika saya menanyakan apakah dia mengenal Aldo seorang anak petinggi, berwajah rupawan, berbadan tegap dan bermobil mewah, Mela menjawab dengan nada penuh kebanggaan bahwa dia sangat sangat mengenal Aldo, berbeda halnya ketika saya bertanya “Mel, aku tadi se-angkot sama temen se-ruangan-mu, Hendra namanya, bener ya temen seruangan-mu?” Mela menjawab dengan suara yang tidak mengandung semangat “iya temen seruangan” titik (hadeuww.. Mela Mela…..).

Bahkan dalam perjalanan menuju kantor siang tadi  saya mendengar celotehan anak-anak sekolah “don’t judge a book by its cover teh ceuk nu goreng” ya ampuuuun… (asal inspirasi judul).

Semenjak 2 bulan yang lalu mendapatkan giliran rolling, ditempatkan di sebuah kota kecil jauh dari ibu kota, menggantikan teman saya yang pergi menunaikan ibadah haji. Seperti biasa, ritual dipagi hari sehabis mandi, mengenakan pakaian kerja, catok rambut, toner, krim, tabir surya, bedak, maskara dan lipstik. Sesampainya di kantor, rupanya disini berbeda, hanya saya yang berbedak dan berlipstik. Lama-kelamaan saya pun mulai mengerti bahwa disini orang tidak melihat penampilan, lebih pada kemampuan dan kepribadian. Akhirnya setiap pagi saya pun hanya mengenakan sun block, ternyata itu lebih menyenangkan, jadi punya lebih banyak waktu yang bisa digunakan untuk membuat sarapan atau bloging.

Pada hari kemarin saya kembali ke ibu kota setelah sekian lama, lalu apa yang terjadi ? dalam satu hari saya menerima lebih dari 7 keluhan dari teman-teman yang bertemu dengan saya (heuheu..), ada yang tentang sepatu saya, rambut saya, baju saya dan muka saya. Bagaimana tidak, malam sebelumnya saya tidur kurang dari 3 jam karena harus mengerjakan PR, berangkat jam 3 pagi karena mengejar tepat waktu meeting, tanpa mobil dimana sepatu, baju dan alat mandi saya berada.

Meskipun demikian, sama sekali tidak terganggu, saya bisa cantik di saat saya harus cantik, saya bisa bau di saat saya harus bau, saya bisa kotor di saat saya harus kotor. And most important of all, I know that no matter how I look, my friends will always be my friends, they just love to tease me, heuheu…

Pesan sponsor, jangan menjalani hidup dengan menggunakan standar yang ditetapkan oleh orang lain, jangan menilai bahagia dengan standar bahagianya orang lain.

Never try hard to impressed others, bacause how others see you is not important, how you see yourself mean everything ..

____________________________________________________________________________

0

“The most pathetic person in the world is someone who has sight but no vision”

Salah satu orang hebat di dunia yang saya kagumi adalah Helen Keller, seorang perempuan yang tidak dapat melihat maupun mendengar namun dengan kegigihannya menjadikan Helen Keller seorang penulis terkenal, pejuang hak-hak perempuan dan juga seorang guru.

Hellen Keller lahir pada 27 Juni 1880 di Alabama, Amerika serikat. Ayahnya seorang editor surat kabar dan merupakan orang yang berpengaruh dilingkungannya.

Sebenarnya Helen Keller terlahir sebagai anak yang sehat, namun pada saat usia 19 bulan menderita sakit yang  membuat ia menderita tuli dan buta sebelum ia mengetahui cara membaca dan menulis. Karena penyakitnya sejalan bersama pertumbuhannya, ia menjadi anak yang liar dan tidak patuh serta tidak mengenal dengan jelas dunia yang ada disekelilingnya.

Ketika berumur 7 tahun, ayahnya mendatangkan seorang guru yaitu Anne Sulivan, seorang perempuan berumur 20-an lulusan Sekolah khusus orang buta karena sebelumnya ia juga buta dan mendapatkan penglihatannya kembali melalui serangkaian operasi.

Sewaktu ia mengecap pendidikan, ia belajar menguasai alphabet dengan cepat, baik manual maupun huruf timbul khusus bagi orang buta serta meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Ketika umurnya masih 10 tahun, ia mencoba untuk belajar berbicara.

Sejak ia masih kecil, ia selalu berkata suatu hari saya akan masuk perguruan tinggi dan akhirnya ia membuktikannya masuk ke Radcliffe College dan menamatkan sekolahnya dengan prestasi Cumlaude.

Pendidikan formalnya berakhir sewaktu ia menerima gelar Sarjana Muda, namun selama hidupnya ia selalu belajar secara informal hal-hal yang penting bagi masyarakat moderen. Dengan pengetahuannya yang luas serta banyaknya pencapaian dibidang pendidikan, ia dianugerahkan gelar doktor kehormatan dari beberapan universitas di dunia.

The story of My Life merupakan karya tulisnya yang paling populer dan telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.

Helen Keller adalah wanita tegar yang menjadi inspirasi bagi dunia, ia bisa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak bisa mengekang manusia untuk sukses, selama ada keyakinan diri, kerja keras dan semangat.

Berikut beberapa quotes favorit saya dari Helen Keller :

”When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which has been opened for us.”

“The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart”

“Keep your face to the sun and you will never see the shadows.”

“Although the world is full of suffering, it is full also of the overcoming of it.”

“Be of good cheer. Do not think of today’s failures, but of the success that may come tomorrow. You have set yourselves a difficult task, but you will succeed if you persevere; and you will find a joy in overcoming obstacles. Remember, no effort that we make to attain something beautiful is ever lost.”

“I long to accomplish a great and noble task, but it is my chief duty to accomplish small tasks as if they were great and noble.”

“The most pathetic person in the world is some one who has sight but no vision.”

“What we once enjoyed and deeply loved we can never lose, For all that we love deeply becomes a part of us.”

“Never bend your head. Hold it high. Look the world straight in the eye.”

 “I am only one, but still I am one. I cannot do everything, but still I can do something, I will not refuse to do something I can do.”

“What I’m looking for is not out there, it is in me.”

“When we do the best that we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another.”

“You don’t love someone for their looks, or their clothes, or for their fancy car, but because they sing a song only you can hear.”

“Happiness does not come from without, it comes from within”

“Face your deficiencies and acknowledge them, but do not let them master you. Let them teach you patience, sweetness, insight.”

“The best way out is always through”

“Optimism is the faith that leads to achievement ”

“We could never learn to be brave and patient if there were only joy in the world”

 “So long as you can sweeten another’s pain, life is not in vain.”

 “Self-pity is our worst enemy and if we yield to it, we can never do anything good in the world.”

“The unselfish effort to bring cheer to others will be the beginning of a happier life for ourselves.”

“Security is mostly a superstition. It does not exist in nature, nor do the children of men as a whole experience it. Avoiding danger is no safer in the long run than outright exposure. Life is either a daring adventure, or nothing.”

 “Knowledge is love and light and vision.”

 “I thank God for my handicaps. For through them, I have found myself, my work and my God.”

 “While they were saying it couldn’t be done, it was done.”

“There is no better way to thank God for your sight than by giving a helping hand to someone in the dark.”

“There is beauty in everything, even in silence and darkness.”

 “Believe, when you are most unhappy, that there is something for you to do in the world. So long as you can sweeten another’s pain, life is not in vain.”

“One painful duty fulfilled makes the next plainer and easier.”

  “Toleration is the greatest gift of the mind; it requires the same effort of the brain that it takes to balance oneself on a bicycle.”

————————————————

*Dirangkum dari berbagai sumber

0

“Somebody”

Whenever you are sad, feel down or lonely,  just remember that Right Now :

-somebody is very proud of you.
-somebody is thinking of you.
-somebody is caring about you.
-somebody misses you.
-somebody wants to talk to you.
-somebody wants to be with you.
-somebody hopes you aren’t in trouble.
-somebody is thankful for the support you have provided.
-somebody wants to hold your hand.
-somebody hopes everything turns out all right.
-somebody wants you to be happy.
-somebody wants you to find her.
-somebody is celebrating your successes.
-somebody wants to give you a gift.
-somebody thinks that you ARE a gift.
-somebody hopes you’re not too cold, or too hot
-somebody wants to hug you.
-somebody loves you.
-somebody admires your strength.
-somebody is thinking of you and smiling.
-somebody wants to be your shoulder to cry on.
-somebody wants to go out with you and have a lot of fun.
-somebody thinks the world of you.
-somebody wants to protect you.
-somebody would do anything for you.
-somebody wants to be forgiven.
-somebody is grateful for your forgiveness.
-somebody wants to laugh with you.
-somebody remembers you and wishes that you were there.
-somebody is praising God for you.
-somebody needs to know that your love is unconditional.
-somebody values your advice.
-somebody wants to tell you how much they care.
-somebody wants to share their dreams with you.
-somebody wants to hold you in their arms.
-somebody wants YOU to hold them in your arms.
-somebody treasures your spirit.
-somebody wishes they could STOP time because of you.
-somebody praises God for your friendship and love.
-somebody can’t wait to see you.
-somebody loves you for who you are.
-somebody loves the way you make them feel.
-somebody wants to be with you.
-somebody wants you to know they are there for you.
-somebody’s glad that you’re her friend.
-somebody wants to be your friend.
-somebody stayed up all night thinking about you.
-somebody is alive because of you.
-somebody is wishing that you noticed her.
-somebody wants to get to know you better.
-somebody wants to be near you.
-somebody misses your advice/guidance.
-somebody has faith in you.
-somebody trusts you.
-somebody needs your support.
-somebody needs you to have faith in them.
-somebody will cry when they read this.
-somebody needs you to let them be your friend.
-somebody hears a song that reminds them of you

By NN

0

“The Power of Mind”

Wanda adalah seorang karyawati sebuah perusahaan swasta, pendidikannya S2, penampilannya menarik, energik dan selalu ceria. Teman-teman sekantornya sangat menyukai Wanda, ruangan kantor akan terasa sepi dan kaku manakala Wanda tidak masuk kantor, baik karena tugas luar ataupun karena Wanda sakit. Wanda sangat pandai menghidupkan suasana, she always be the bridge, selalu menjadi jembatan antara atasan dengan bawahan, antara si pendiam dengan si bawel ataupun antara si lambat dengan si cekatan.

Namun, dibalik semua itu tahukah anda bahwa Wanda menyembunyikan sesuatu dalam dirinya? hampir tidak ada orang yang tahu kalau sebenarnya dia adalah seorang yang pemalu, tidak percaya diri dan mudah gugup. Apalagi jika anda mengenal Wanda, pasti anda pun akan berpikiran sama dengan semua orang,  tidak akan ada yang mengira kalau Wanda adalah seorang yang insecure.

Jadi jika anda juga merasa seperti Wanda, sedikit kurang percaya diri, low self esteem ataupun insecure, anda tidak usah terlalu khawatir, karena anda bisa menjadi lebih baik seiring waktu jika anda mau. Mari kita cari tahu seperti apa Wanda berjuang dengan sifatnya yang pemalu dan kurang percaya diri tersebut.

Satu hal yang terlebih dahulu  perlu anda miliki jika anda ingin sukses dalam semua hal di kehidupan ini yaitu  “tidak mudah menyerah”. Seperti halnya Wanda, mengetahui dan merasakan bahwa dirinya kurang percaya diri, tidak lantas membuat Wanda terpuruk dan menerima begitu saja apa adanya.

Pertama, anda harus memiliki figur-figur yang anda kagumi, tanyakan pada diri anda apa yang anda kagumi dari orang-orang tersebut, kemudian tingkatkan kualitas diri agar anda bisa seperti dia atau setidaknya mendekati. Bukan berarti anda harus menjadi orang lain, namun kemampuannya lah yang perlu anda tiru.

Ketika awal-awal bekerja, Wanda mengagumi salah seorang pembawa acara, setiap ada acara Wanda selalu melamun dan berpikir “hebatnya dia, sangat penuh percaya diri, andai akupun bisa seperti dia, berdiri di depan banyak orang dan berbicara dengan luwes”. Wanda menyadari kalau sebenernnya Wanda memiliki suara yang tidak kalah menarik dengan dia, tapi wanda juga merasa bahwa kepercayaan diri-lah yang tidak Wanda miliki.

Kemudian Wanda berkata pada dirinya sendiri bahwa suatu hari Wanda pun akan bisa seperti dia, meskipun pada saat itu tidak terpikir olehnya bagaimana caranya, tapi Wanda meyakinkan dirinya kalau dia akan bisa suatu hari, entah kapan, tapi pasti bisa.

Sekali waktu, sang pembawa acara tidak dapat hadir pada suatu even tertentu dan tiba-tiba atasannya menunjuk Wanda untuk menjadi pembawa acara, terjadi pergolakan dalam batin Wanda, disatu sisi dia sangat ketakutan tapi disisi lain ada bisikan “ini saatnya kamu belajar jika kamu memang ingin seperti dia, jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu masih muda, jangan takut berbuat salah, berbuatlah salah sebanyak mungkin karena ini waktunya, tidak akan pernah ada kata mahir sebelum amatir”, dan akhirnya Wanda menganggukan kepala tanda setuju.

Meskipun dengan persiapan yang matang, tetap saja penampilan pertama Wanda bisa dibilang sangat buruk, dia terlalu gugup. Kesalahan Wanda adalah dia terlalu berharap kesempurnaan pada penampilannya yang justru membuatnya semakin gugup.

Jika anda seorang pemula dalam apapun, jangan terlalu menuntut banyak pada diri anda sendiri, be nice to your self.

Malam itu Wanda tidak dapat tidur dengan nyenyak karena perasaan malu akan penampilannya tadi siang terus menghantuinya.

Apakah kejadian itu membuat Wanda berhenti dan menyerah ?

Tidak, Wanda mengevaluasi diri dan terus berlatih, selalu mengambil kesempatan ketika ada kesempatan dia untuk tampil, perlahan dia belajar hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sampai akhirnya Wanda dapat menjadi pembawa acara dengan nyaman dan penuh percaya diri.

Untuk orang lainnya yang sangat percaya diri mungkin hanya butuh 3 kali belajar agar menjadi bagus, tapi Wanda perlu 10-20 kali, tapi dia melakukannya. Percayalah Tuhan mempersenjatai setiap ciptaannya dengan unik, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, hanya bagaimana kita menggali kelebihan kita dan mengasahnya agar kelebihanlah yang menjadi lebih dominan dalam diri kita dibanding kelemahan kita.

Percayakah anda ketika Wanda mengumpulkan sejumlah cleaning service di kantornya seusai jam kerja untuk duduk di ruang rapat dan mendengarkannya presentasi ? iya, itu pernah Wanda lakukan ketika dia belajar mengatasi rasa gugupnya berbicara di depan orang.

Wanda pun pernah  diam-diam  mengikuti private public speaking training untuk mengatasi rasa tidak percaya dirinya. Disitu dia diajarkan bagaimana cara berbicara yang baik, bagaimana cara menguasai diri dan yang terpenting bagaimana cara berpikir postif. Dalam pelatihan itu salah satu prakteknya adalah Wanda harus berbicara sendiri seolah dia seorang presenter di sebuah lapangan yang sekelilingnya tempat mobil parkir dan penuh dengan lalu lalang orang. Takut disangka orang stress awalnya, tapi Wanda tepis pikiran itu “what the hell people think, ketika kamu bisa maka kamu yg akan merasakan manfaatnya bukan mereka”.

Kuncinya jangan menyepelekan the power of the mind, kekuatan pikiran anda, segala sesuatu mengikuti apa yang ada dalam pikiran anda.

Ucapkan hanya hal-hal baik saja pada diri anda seperti “kamu orang yang baik hati, penyayang dan pintar”, jangan pernah berbicara kasar pada diri anda sendiri ataupun berbicara buruk kepada diri anda sendiri seperti “kamu memang payah, tidak berharga, tidak layak mendapatkannya”.

Luangkan waktu untuk selalu berkomunikasi dengan diri anda sendiri, katakan bahwa selama ini anda salah menduga, mengira anda seorang yang tidak percaya diri dan insecure, padahal kini anda menyadari bahwa anda tidak demikian, anda memiliki potensi lebih dari yang anda kira. Hal ini seperti reprogramming your sub-conscious mind, memprogram ulang alam bawah sadar anda, hal salah  yang selama ini anda percayai.

Selalu ingatkan diri anda bahwa anda pintar, rajin, bertanggung jawab, menarik, setia, tidak ada alasan logik untuk tidak percaya diri dan anda dapat mencapai segala yang anda inginkan jika anda berusaha.

Ulang dan ulang lagi setiap hari, karena dengan begitu, alam bawah sadar anda lama kelamaan akan mempercayai kata-kata positif tersebut dan menghapus program lama yang negatif, anda akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bahagia dengan diri anda sendiri dan dengan demikian kesuksesanpun akan menghampiri hidup anda, amiin.

0

Akhirnya Ku Menemukanmu

Tidak seperti biasanya di hari sabtu subuh, seusai sholat subuh Mei bergegas menyalakan laptop, bukan untuk mengerjakan pekerjaan kantor ataupun nonton film hasil download-an, biasanya itulah yang Mei lakukan jika membuka laptop di rumah. Pagi itu Mei segera menyalakan video panduan yoga, sudah beberapa minggu terakhir Mei rajin sekali melakukan olah raga yang baru dikenalnya itu. 30 menit yoga selalu mengawali hari-harinya, entah itu hari kerja ataupun hari libur.

Mei bukan lah orang yang menyukai olah raga, biasanya Mei menghabiskan waktu senggangnya seharian di depan TV atau komputer. Sewaktu ibunya masih ada, Mei kerap kali dicerewetin ibunya, mungkin ibunya khawatir melihat anak kesayangannya enggan bergerak, hanya duduk di depan TV dengan ditemani berbagai macam panganan kecil tentunya.

Semenjak kecil Mei memiliki penyakit asthma yang diturunkan oleh neneknya dari pihak ayah, jika Mei beraktifitas fisik yang membuatnya sedikit cape maka malam harinya penyakit Mei akan kambuh, hal itu yang membuat Mei akhirnya enggan untuk berkeringat.

Seiring waktu dan bertambahnya usia, Mei mulai menyadari pentingnya berolah raga, dokter Asthmanya menyarankan agar Mei tetap berolah raga rutin, “pilihlah olah raga yang kamu sukai, tapi ingat, kurangi porsi waktunya dari orang kebanyakan, karena terlalu lelah akan memicu asthmamu kambuh, kamu sendiri yang bisa mengira-ngira kapan harus berhenti” ujar dokter.

Mei berpikir keras “apa ya olah raga yang aku sukai?” gumamnya dalam hati, seolah tidak yakin jika ada jenis olah raga di dunia ini yang akan dia sukai, “semua olah raga pasti bikin cape-lahh, namanya juga O L A H R A G A, kalau olah rasa sepertinya lebih menyenangakan, No Sweat ” Lagi-lagi Mei bergumam, kali ini sembari nyengir sendiri.

Kemudian petualangan pencariannya pun dimulai, diawali dengan setiap pagi berjalan kaki sembari menghirup segarnya udara pagi kota Bandung, sebuah kota yang teramat dicintainya, namun sayang, itu hanya bertahan beberapa hari saja, trotoar tempatnya berjalan sangatlah tidak nyaman, tidak rata dan banyak berlubang, selain itu jalan kaki sepertinya kurang umum bagi masyarakat kota Bandung, jadi Mei merasa seolah orang-orang melihatnya dengan penuh tanya, “jangan-jangan mereka menduga gua kehabisan duit buat bayar angkot lagi “ hadeuhhh .. Mei .. Mei.. piye kamu.. Be postif-lahhhh…

Kemudian ditengah pencariannya, seorang sobat lamanya Mei, Anto, memperkenalkan olah raga yang kedua, olah raga yang saat itu memang tengah digandrungi Anto, yaitu bersepeda, “gua gak tahu apa-apa tentang sepeda To, satu-satunya speda yang pernah gua punya, speda mini dengan keranjang di depan dan dua roda kecil tambahan di samping kanan-kirinya”. Anto pun dengan sangat antusias memberikan rekomendasi berbagai merk sepeda yang bisa jadi pilihan Mei, namanya Mei lagi dalam masa pencarian, akhirnya Mei pun membeli sebuah sepeda, sebuah sepeda yang dapat dilipat, karena dalam benak Mei, jika kelak dia punya mobil maka akan mudah baginya mengajak sepedanya kemana saja, padahal waktu itu boro-boro Mei punya uang untuk membeli mobil, tapi itulah Mei, dia sangat optimis menghadapi masa depan meski disaat sama sekali tak ada alasan untuk optimis.

Semenjak memiliki sepeda, Mei rajin sekali mengunjungi toko tempat yang menjual accessories sepeda, Mei bisa menghabiskan beberapa waktu di tempat itu, dia sangat menyukainya, bahkan lebih dari menyukai bersepeda-nya sendiri.. ha ha ha… Mei itu kadang aneh memang.

Pagi-sore Mei bersepeda sendiri, tidak pernah jauh tapi cukup untuk membuatnya berkeringat. Lagi-lagi kota Bandung pun bukan tempat yang aman buat perempuan bersepeda sendiri, banyak sekali mobil dan motor, kota Bandung belum memiliki jalan khusus untuk pe-sepeda. Rasanya sangat berbeda sekali ketika Mei rajin bersepeda di Sapporo, sebuah kota kecil di bagian selatan negri Jepang, hampir setiap jalan dilengkapi dengan garis yang jelas, mana tempat pe-jalan kaki, mana untuk pe-sepeda, mana untuk motor dan mobil, selain itu, yang terpenting adalah setiap orang sangat mematuhi garis itu, entah ada orang yang lihat atau tidak, entah jalan kosong atau tidak, mereka tetap menggunakan haknya masing-masing, tidak ada yang berani mengganggu hak yang lain, seolah garis itu adalah garis yang sakral, padahal hanya garis, sedangkan disini pembatas tembokpun kadang diterobos, sampai saat ini Mei tidak habis pikir akan hal itu, bagaimana orang Jepang bisa sebegitu disiplinnya.

Singkat cerita, itu sepeda belakangan ini lebih banyak istirahat ketimbang diajak jalan-jalan pemiliknya.

Lanjut perncarian Mei yang ketiga, seorang teman mengajak Mei bergabung dengannya di sebuah sanggar aerobik, sibuklah Mei membeli berbagai atribut senamnya, yang terkadang harganya pun lebih mahal dibadingkan baju sehari-hari yang biasa Mei pakai. Namun…. rupanya disinipun Mei tidak menemukan arti “kesenangan” sebuah olah raga, Mei melakukannya hanya sebatas nyari karinget, sebatas “harus”, agar sehat, tidak lebih.

Salah satu kesukaan Mei adalah membaca berbagai tulisan singkatnya orang lain, setelah Mei membaca beberapa artikel, banyak diantaranya yang menyebutkan manfaat dari yoga, mulai dari menurunkan berat badan, melatih pernafasan, melatih konsentrasi, stretching, stress release, keseimbangan sampai a better sex, “segitunya, perlu dicoba” pikir Mei. Mei pun mulai mengajak beberapa temannya untuk mengikuti kelas yoga, tapi sayangnya tidak ada satupun yang tertarik, namun hal itu tidak mengurungkan niat Mei untuk mempelajari yoga, Mei pun mengunduh beberapa gerakan yoga dan teknik-tekniknya dari internet, mempelajarinya, lalu mempraktektekannya. Dan luar biasa, Mei menyukainya semenjak kali pertama mempraktekannya, sulit dipercaya, akhirnya seorang Mei menemukan kesenangan dalam berolah raga.

Gerakan yoga tidak seperti aerobik, aerobik cenderung dinamis, membuat Mei terengah-engah seperti olah raga lain pada umumnya, sementara yoga sangat tenang dan pelan, selalu fokus pada pernafasan menguntungkan Mei yang bermasalah dengan itu, keseimbangan dan ketahanan yang ditonjolkan, tanpa menyampingkan peregangan. Sehingga percaya atau tidak, meskipun setiap gerakannya sangat lembut dan perlahan namun 15-30 menit pun mampu membuat Mei bercucuran keringat sekalipun melakukannya sendiri.

Kini setiap pagi Mei rutin melakukan yoga, dengan senang hati, tidak lagi memandang olah raga sebagai suatu keharusan, melainkan kebutuhan. Selain yoga menjaga kebugaran Mei, yoga juga sangat mengurangi keluhan law back pain yang tadinya sering di derita Mei, membuat Mei lebih relax dan bersemangat memulai pagi. 

Terlepas dari pro dan kontra bahwa yoga bukan olah raga untuk seorang muslim, ditambah beberapa negara pun mengharamkan yoga seperti Malaysia dan Mesir, namun Mei menyukai yoga. Gerakan tidak akan menggoyang keimanan seseorang, apalagi merubah keyakinan, intinya hindari senandung atau kata-kata dalam yoga, ganti dengan menyebut Asma Nya, ketika mengosongkan pikiran, kosongkan dari keduniawian isi dengan mengingat kebesaranNya, so Mei think that would be just fine, what do you think?